-->
Meliamus Acil
14 Okt 2020, 10/14/2020 11:52:00 AM WIB
Last Updated 2020-10-14T05:08:54Z
Berita

Tarif PDAM Di Kecamatan Nanga Taman Masih Dominan Dibawah Rp. 50.000

 

        Direkrur PDAM Sekadau Yok Kelak ST

Suara Tribun, Sekadau - Direktur PDAM Tirta Sirin Meragun, Yok Kelak mengungkapkan dominan pelanggan di Kecamatan Nanga Taman membayar tarif PDAM dibawah Rp 50 ribu per bulan.

 

 

Hal tersebut berdasarkan data dari 784 jumlah pelanggan PDAM Sirin Meragun Di Kecamatan Nanga Taman masih 62 persen atau 489 pelanggan yang membayar air dibawah Rp 50 ribu per bulan. Sedangkan 15 persen membayar di atas Rp 50 ribu dan 22 persen membayar di atas Rp 100 ribu rupiah per bulannya.

 

“Ini fakta sesuai tagihan kita rill di lapangan, tapi kalau masih ada yang bilang itu mahal, kita liat kategori pelanggan. Karena tinggi tagihan maka tentu berdasarkan jumlah pemakaian,” ungkap Yok Senin, (12/10/2020).

 

Menurut Yok, kalau pemakaian sudah terlalu tinggi, bayarnya pasti mahal. Apalagi jika pelanggan tersebut masuk kategori niaga besar, seperti hotel, pasti mahal, karena masuk ketegori bisnis.

“Jadi, kalau harga per kubikasi pemakaian dipukul rata sama dengan rumah tangga biasa, itu tidak adil namanya,’ timpal Yok.

 

Dijelaskan, begitu juga di Kecamatan Rawak, dari 899 pelanggan ada sekitar 572 atau 64 persen bayar dibawah Rp 50 ribu per bulan. Sedangkan 21 persen bayar di atas Rp 50 ribu dan 15 persen sisanya membayar di atas Rp 100 ribu per bulan.

 

“Data ini kita ambil berdasarkan pembayaran setiap bulannya. Kalau ada yang bilang bayar air mahal, mereka mewakili kelompok yang mana dulu,”kata Yok menpertanyakan.

 

Sedangkan kata dia lagi, penarik harga pemakaian per kubikasi per bulan  ditetapkan mengacu kepada Perbup nomor 50 tahun 2017, yang penerapannya di mulai tahun 2018.

 

“Untuk penagihan kami tidak ada menyimpang dari aturan yang ada,” katanya.

 

 

Pihaknya akan tetap mengupayakan, agar para pelanggan tidak sampai kekurangan air. Makanya, sistemnya sudah atur agar setiap pelanggan mendapatkan air. Jikalau harga sama ratakan semua, bisa-bisa pelanggan yang paling ujungnya tidak dapat air.

 

“Artinya, pemakaian air harus di atur, agar semua dapat air, lewat harga serta jumlah pemakaian dan kriteria pelanggan lah kita atur, agar pemakaian tidak seenak dewe,” pungkasnya. (RK/MA)

iklan

Iklan

X

LOKASI MENU1

LOKASI MENU1


LOKASI MENU2

LOKASI MENU2.


LOKASI MENU3

LOKASI MENU3.


Iklan

Iklan